Subhanallah, 30 Menit Hanyut Di Sungai, Bayi 18 Bulan Selamat

  • Share

Waspada bagi yang memiliki bayi yang baru bisa berjalan. Agar tidak seperti yang terjadi di Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, bayi berumur 18 bulan tercebur dan hanyut di sungai. Beruntung nyawa bayi tersebut selamat setelah ditemukan terapung di sungai.

Tasafa Ibnu Fakih terapung di sungai hampir setengah jam sebelum ditemukan dan diselamatkan. Bayi pasangan suami istri Hadi Muhsinin, 37, dan Anis, 30, warga Desa dan Kecamatan Tegaldlimo, bermain sendiri di halaman rumahnya.

Sendirian di Rumah Tak Layak Huni, Remaja Yatim Piatu di Tulungagung Ini Terpaksa Tinggal di Masjid

Namun karena luput dari pengawasan, sang bayi kemudian keluar rumah hingga akhirnya tercebur di sungai.

“Kejadian sekitar jam 08.30 WIB. Bermain sendiri di halaman rumah dan tercebur ke sungai,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin,

Korban terapung kurang lebih setengah jam. Bayi tersebut terseret arus sungai sekitar 700 meter dari rumahnya. Beruntung Atis Setiawan, 20, warga Desa Wringinpitu Kecamatan Tegaldlimo, mengetahui ada bayi yang terapung di sungai. Warga mengira bayi itu adalah sebuah boneka.

“Dikira bayi itu boneka. Saksi yang melihat penasaran. Kemudian saksi langsung turun dari motor memastikan hal itu. Ternyata itu memang bayi,” tambah Arman.

Pengawasan Ekstra

Bayi yang diselamatkan Aris sudah dalam kondisi dingin. Aris kemudian meminta pertolongan kepada warga lain. Keduanya kemudian melakukan pertolongan pertama kepada bayi itu dengan menjungkir dan menepuk punggung bayi. Kemudian mereka langsung membawa ke puskesmas terdekat.

“Sempat ada pertolongan kemudian dibawa ke puskesmas terdekat. Beruntung setelah dibawa ke puskesmas bayi bisa diselamatkan,”tambahnya.

Kapolresta mengimbau kepada masyarakat untuk lebih melakukan pengawasan lebih ekstra kepada anak-anaknya. Agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

“Kami minta ada pengawasan ekstra bagi masyarakat yang punya bayi atau anak kecil. Apalagi rumahnya dekat dengan bantaran sungai atau jalan. Ini pembelajaran yang berharga bagi masyarakat,” pungkasnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × two =